Game Localization Compliance: Aturan Bahasa, Sensor Konten, dan Regulasi Negara untuk Perilisan Global

 Ketika sebuah game dirilis ke pasar internasional, studio harus mematuhi aturan konten yang berbeda-beda di setiap negara.

Banyak developer berpikir bahwa lokalisasi hanya berarti:

  • menerjemahkan teks,

  • mengganti font,

  • menyesuaikan UI.

Padahal kenyataannya:

Lokalisasi juga melibatkan kepatuhan terhadap hukum sensor, kebijakan budaya, dan regulasi konten.

Jika sebuah game mengabaikan aturan ini, maka:

  • game bisa ditolak store,

  • rating bisa dinaikkan (sehingga penonton berkurang),

  • game diblokir di negara tertentu,

  • studio didenda,

  • publisher membatalkan perilisan.


⭐ 1. Konten yang Diatur Secara Ketat di Banyak Negara

Hampir semua negara mengatur konten berikut:

❌ kekerasan ekstrem

❌ darah berlebih

❌ senjata realistis

❌ konten seksual

❌ LGBT (dibatasi di beberapa negara)

❌ judi / simulated gambling

❌ narkoba

❌ politik & isu sensitif

❌ agama & simbol keagamaan

❌ konten horor tertentu

Berbagai negara memiliki batasan berbeda.


⭐ 2. Aturan Sensor Berdasarkan Negara

Berikut ringkasan beberapa negara besar:


πŸ‡¨πŸ‡³ Cina (Sensor Paling Ketat)

Game akan ditolak jika mengandung:

❌ hantu atau makhluk supernatural

❌ darah (bahkan warna darah merah → dilarang)

❌ gore

❌ konten politik

❌ konten LGBT

❌ referensi agama tertentu

❌ gambling / lootbox tanpa transparansi

❌ animasi seksual

Bahkan warna darah harus diubah menjadi:

  • putih,

  • hitam,

  • atau efek “cahaya” non-organik.


πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan — Game Rating Board (GRAC)

Sangat ketat terhadap:

✔ konten seksual

✔ narkoba

✔ kekerasan detail

✔ perjudian

Game dengan lootbox wajib melaporkan drop rate.


πŸ‡―πŸ‡΅ Jepang — Rating CERO

Ketat pada:

✔ sexualization anak

✔ perjudian “kompu gacha”

✔ gore ekstrem

Namun umumnya lebih fleksibel dibanding Cina/Korea.


πŸ‡¦πŸ‡Ί Australia

Dikenal ketat pada:

✔ narkoba (bahkan alkohol tertentu)

✔ kekerasan ekstrem

✔ konten seksual eksplisit

Banyak game besar “Refused Classification” karena melanggar aturan narkoba.


πŸ‡ΈπŸ‡¦πŸ‡¦πŸ‡ͺ Timur Tengah (Arab Saudi, UAE, Qatar)

Sangat ketat terhadap:

❌ LGBT

❌ religi sensitif

❌ gambling

❌ simbol okultisme atau setan

❌ kostum seksual


πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (USK)

Berfokus pada:

✔ kekerasan realistis

✔ konten Nazi / simbol terlarang

✔ gore

✔ perlindungan anak

Simbol Nazi hanya boleh untuk konteks sejarah atau seni (dan harus dijustifikasi).


🌏 Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Thailand)

Biasanya memblokir konten:

✔ LGBT eksplisit

✔ okultisme / satanic imagery

✔ perjudian

✔ konten seksual

✔ SARA (sensitif agama & budaya)

Indonesia sangat ketat pada:

  • perjudian,

  • konten seksual,

  • harga yang harus sesuai regulasi aplikasi.


⭐ 3. Kewajiban Bahasa Resmi di Beberapa Negara

Beberapa negara memiliki language laws yang mewajibkan game tersedia dalam bahasa lokal:

πŸ‡«πŸ‡· Prancis → French language required

πŸ‡¨πŸ‡¦ Quebec, Canada → French mandatory

πŸ‡°πŸ‡· Korea → Korean required untuk distribusi lokal

πŸ‡¨πŸ‡³ Cina → Simplified Chinese required untuk approval

πŸ‡§πŸ‡· Brazil → PT-BR strongly recommended (kadang diwajibkan)

Jika tidak tersedia → game dapat ditolak atau dibatasi pasar.


⭐ 4. Store Rating Systems & Legal Classification

Setiap negara punya badan rating:

  • ESRB (Amerika)

  • PEGI (Eropa)

  • CERO (Jepang)

  • GRAC (Korea)

  • USK (Jerman)

  • ACB (Australia)

Game harus memberikan:

✔ deklarasi konten transparan

✔ pengungkapan lootbox/gacha

✔ penjelasan tentang interaksi online

Kesalahan deklarasi → rating ditolak atau game diturunkan.


⭐ 5. Konten Online & Regulasi Tambahan

Game dengan:

  • chat,

  • voice,

  • UGC (user-generated content),

  • PvP ranking,

wajib mematuhi:

✔ moderasi konten

✔ perlindungan anak

✔ keamanan siber

✔ Digital Services Act (Eropa)

Ini melanjutkan artikel 17 sebelumnya.


⭐ 6. Bagaimana Studio Menjaga Compliance Lokalisasi?

✔ Buat daftar semua negara target

✔ Identifikasi konten sensitif per negara

✔ Buat versi khusus jika perlu (bloodless version)

✔ Lakukan cultural sensitivity check

✔ Sediakan bahasa lokal sesuai regulasi

✔ Konsultasi dengan localization QA

✔ Pastikan rating deklarasi benar

Publisher AAA melakukan proses ini secara ketat sebelum rilis.


⭐ 7. Checklist Compliance Lokalisasi Global

✔ Apakah ada konten yang dilarang di Cina?

✔ Apakah game melanggar aturan seksual/narkoba di Australia?

✔ Apakah ada gambling/lootbox yang harus dideklarasikan?

✔ Apakah game menyediakan bahasa yang diwajibkan (French, Korean)?

✔ Apakah rating sudah sesuai konten?

✔ Apakah konten sensitif agama sudah ditinjau?

✔ Apakah simbol politik sudah dihapus?

✔ Apakah game aman untuk pemain anak-anak?

Jika satu saja jawaban “tidak yakin” → game belum compliant.


⭐ 8. Kesimpulan: Lokalisasi Bukan Sekadar Terjemahan — Ini Adalah Compliance Global

Ringkasan:

✔ Setiap negara punya aturan sensor konten berbeda

✔ Bahasa resmi bisa menjadi kewajiban hukum

✔ Rating & deklarasi konten harus akurat

✔ Politik, agama, seksual, dan judi adalah wilayah sensitif

✔ Cina & Australia adalah negara paling ketat

✔ Lokalisasi mempengaruhi rilis game global

Studio yang memahami hal ini lebih mudah:

  • lolos rating,

  • diterima market global,

  • mendapatkan publisher,

  • menghindari blokir konten.

Comments

Popular posts from this blog

Use of Stock Images, Icons, and UI Assets in Games: Legal Rules Developers Must Know

Music Copyright in Games: Licensing, Usage Rules, and Legal Risks for Developers

What Makes AI Training Data Illegal? A Breakdown of the Most Common Dataset Violations in AI Development