Apakah Art Style dalam Game Bisa Dilindungi Hak Cipta?

 

Analisis Hukum untuk Developer dan Publisher Game

Perdebatan tentang apakah art style dapat dilindungi hak cipta semakin ramai sejak munculnya game-game yang dianggap “mirip Pokémon”, “mirip Genshin Impact”, atau “mirip Breath of the Wild”.

Studio sering bertanya:

  • Apakah art style saya dapat disalin oleh game lain?

  • Apakah kemiripan visual melanggar hak cipta?

  • Apa batasan “terinspirasi” vs “menyalin”?

  • Bagaimana hukum melihat kasus seperti Palworld vs Pokémon?

Dalam artikel ini, kita membahas bagaimana hukum hak cipta melihat art style, dan kapan art style bisa — dan tidak bisa — dilindungi.


⭐ 1. Art Style = Ide, Bukan Ekspresi → Tidak Dilindungi Hak Cipta

Menurut prinsip dasar hukum hak cipta:

✔ Yang dilindungi: ekspresi kreatif

❌ Yang TIDAK dilindungi: ide, konsep, atau style

Art style dianggap sebagai:

  • cara menggambar

  • teknik shading

  • pilihan warna

  • estetika umum

  • pendekatan visual

  • “rasa” atau “vibe”

Karena itu:

Art style secara umum TIDAK dilindungi hak cipta.

Inilah sebabnya:

  • anime style tidak dimiliki satu studio,

  • pixel-art tidak bisa dimonopoli,

  • toon-shader tidak bisa diklaim eksklusif.


⭐ 2. Namun! Ekspresi Spesifik dari Art Style DAPAT Dilindungi

Walaupun style tidak dilindungi, tetapi:

Jika ekspresi dari style itu unik, spesifik, dan bisa dikenali — maka dilindungi.

Contohnya:

  • desain karakter tertentu (Pikachu, Link, Mario)

  • bentuk mata khas suatu studio

  • proporsi tubuh yang unik

  • desain rambut tertentu

  • shading yang sangat khas

  • silhouette karakter yang mudah dikenali

Jadi, bukan style yang dilindungi…
tapi implementasi style yang unik.


⭐ 3. Kapan Kemiripan Art Style Menjadi Pelanggaran?

Agar art style “mirip” dianggap pelanggaran, harus ada:

✔ substantial similarity

dan

✔ copying of expression

Artinya:

  • bentuk visual karakter hampir sama,

  • elemen desain identik,

  • komposisi warna dan proporsi sangat mirip,

  • ada pola spesifik yang langsung diasosiasikan dengan karakter tertentu.

Contoh:

  • plagiarisme karakter

  • AI model yang menghasilkan bentuk identik

  • 3D model yang hampir sama poligonnya

  • desain silhouette yang sama 90%+

Hanya “kelihatan mirip vibes-nya” → tidak cukup.


⭐ 4. Pelajaran dari Kasus Palworld vs Pokémon

Banyak gamer mengira:

“Nintendo pasti bisa menuntut Palworld!”

Namun secara hukum:

  • monster Palworld tidak identik

  • desain proporsi berbeda

  • bentuk mata, shading, dan silhouette berbeda

  • animasi & rigging tidak sama

  • tidak ada karakter yang 1:1 copy

  • genre game berbeda

  • tidak ada trademark infringement

Karena itu Nintendo TIDAK menggugat —
karena secara hukum mereka tidak bisa menang.

Art style “mirip Pokémon” tidak cukup untuk menjadi pelanggaran.


⭐ 5. Bisakah Studio Game Melindungi Art Style Mereka?

Jawabannya: bisa, tetapi tidak langsung melalui hak cipta.

Studio bisa melindungi art style melalui:


A. Kumpulan karakter yang memiliki ciri khas serupa

Jika seluruh cast karakter memiliki DNA visual unik,
studio dapat melindungi “family resemblance” desainnya.


B. Trademark / Trade Dress (jarang, tapi mungkin)

Jika style tersebut:

  • konsisten,

  • berfungsi sebagai identitas brand,

  • dapat dikenali oleh publik,

maka style dapat menjadi trade dress protection.

Ini pernah terjadi di industri fashion dan animasi.


C. Hak Moral Artistik

Jika style merupakan ciri khas seniman tertentu,
penggunaannya dapat dianggap:

  • distorsi,

  • degradasi,

  • pelanggaran moral rights.

Ini berlaku di Indonesia, Jepang, dan Uni Eropa.


D. NDA & kontrak internal

Studio dapat melarang:

  • mantan artist meniru style perusahaan

  • artist menjual style ke kompetitor

  • penggunaan internal style di luar project

Ini bentuk proteksi kontraktual.


⭐ 6. Bagaimana Studio Game Harus Mengelola Art Style Secara Legal

Untuk menjaga style tetap unik dan aman:

✔ dokumentasikan proses desain

✔ buat “Art Style Guide” resmi studio

✔ daftarkan karakter utama (bukan style-nya)

✔ simpan file source (bukti originalitas)

✔ lakukan audit jika ada kemiripan mencurigakan

✔ gunakan NDA ketat untuk internal artist

Banyak studio besar seperti miHoYo dan Blizzard melakukannya.


⭐ 7. Kesimpulan: Art Style Tidak Dilindungi — Tapi Ekspresinya Dilindungi

Rangkuman hukum:

❌ Art style umum tidak dilindungi hak cipta

✔ Ekspresi karakter spesifik dilindungi

❌ “Mirip vibes-nya” tidak cukup untuk gugatan

✔ Karakter, lore, dan desain unik dapat dipertahankan

✔ Style dapat dilindungi melalui trade dress, moral rights, dan kontrak

✔ Studio harus mengelola art style dengan strategi IP yang tepat

Dengan memahami batasan ini, studio game:

  • bisa menciptakan gaya visual tanpa takut ditiru,

  • bisa mencegah plagiarisme aset spesifik,

  • bisa membangun franchise yang kuat secara hukum.

Comments

Popular posts from this blog

Use of Stock Images, Icons, and UI Assets in Games: Legal Rules Developers Must Know

Music Copyright in Games: Licensing, Usage Rules, and Legal Risks for Developers

What Makes AI Training Data Illegal? A Breakdown of the Most Common Dataset Violations in AI Development